Selasa, 30 Mei 2017

Ayah

Melihat seorang ayah shalat tarawih di mushola, rela mengambil tempat di luar ruang utama, demi menemani dua bocah batita dan balita gantengnya belajar shalat, nyessss rasanya.

Melihat ayah itu tenang menggendong si bocah dua tahun selama shalat, sementara abang 4 tahunannya ikut shalat cukup tenang di sisi ayahnya, sedangkan di sekelilingnya banyak anak lain ribut dan bercanda, serrr rasanya.

Melihat sang ayah dengan tenang meletakkan kepala bocah dua tahunnya di pangkuannya, ketika shalat witir, karena si bocah menangis mau bobo, dan si bocah langsung diam ketika kepalanya ditidurkan di paha ayahnya, saya makin terharu.

Setelah selesai shalat witir, ayah itu langsung dengan tenang menggendong dan menggandeng kedua anaknya pulang.

Ya Allah, terima kasih atas karunia ini. Di lingkungan ini ternyata ada bapak yang peduli dan lembut terhadap anaknya.

Saya melihat masa depan yang cerah dari pemandangan itu....sebuah harapan akan generasi yang dipenuhi cinta seorang ayah
yang beriman. Yang tahu tugas utamanya sebagai ayah begitu berat. Sehingga ia rela bersabar menanamkan kesan positif akan ibadah kepada kedua bocah lelakinya. 
Maasya Allaah.

Di lingkungan saya tinggal, hal ini adalah pemandangan yang sangat langka. Sangat jarang ada ayah yang mau peduli dan repot mengajak anak lelakinya shalat.

Yah, karena memang masih sangat sedikit ayah yang mau rutin shalat wajib berjamaah di musola. Misalkan ada ayah yang rutin shalat di musola, hampir tak ada yang mau rutin mengajak anak lelakinya ikut shalat di musola. Terutama di shalat subuh.
Semua berjalan sendiri-sendiri.
Menyedihkan.
  
Tapi, di hari kedua ramadhan ini,  saya diberi harap oleh Allah.

Bibit itu ternyata ada di lingkungan ini. Ada ayah muda yang peduli dengan pendidikan aqidah anak lelakinya yang masih belia. Alhamdulillaah.
Semoga Allah terus membimbing keluarga muda itu dalam naungan cahaya Islam. Aamiin.

Jika satu kebaikan yang terlihat saja bisa membuat diri ini berdoa penuh harap, bagaimana jika Allah berkenan merahmati lingkungan ini dengan diberi ayah-ayah yang tersadarkan akan tugas mulianya sebagai qowwam?
Tentu akan  lebih banyak istri yang tenang hatinya. Dan terjaga adabnya. Dan itu akan berdampak nyata ke anak-anak yang lebih mudah diajak ke kebaikan. 

Mari kita berdoa. Berdoa...dimulai....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar